Dua Negara Ini Pernah Berperang Gara-gara Sepak Bola

Jangan sampai menimpa Indonesia ya.

Dua Negara Ini Pernah Berperang Gara-gara Sepak Bola home.bt.com

Line IDN Times

Idiom bahwa sepak bola lebih dari sekadar permainan agaknya terlalu diresapi oleh dua negara Amerika Tengah, yakni El Salvador dan Honduras. Jika di belahan dunia lain ada pemisahan yang jelas antara sepak bola dan sikap politik pemerintah, maka tidak di kedua negara itu. Siapa sangka kemudian karena sebuah rivalitas pertandingan sepak bola kedua negara itu harus berperang. 

Perang itu menelan kurang lebih 6000 korban tewas dan lebih dari 12.000 orang lainnya luka-luka sebelum akhirnya perang berakhir 11 tahun kemudian. 

Dipicu oleh masalah krisis ekonomi dan sosial.

Kedua negara bertetangga ini sebelumnya memang telah memiliki sengketa politik. Pada tahun 1968, saat kepemimpinan Presiden Lopez Arellano, Honduras mengalami krisis ekonomi. Pemerintah Honduras menuding bahwa krisis disebabkan oleh migrasi warga El Salvador yang kemudian menduduki paksa tanah-tanah miliki warga Honduras. Buntutnya, sekitar 300.000 warga El Salvador di Honduras melakukan eksodus ke negaranya.

Ketegangan antar kedua negara berlanjut. Dilansir dari thesefootballtimes.cokerusuhan terus terjadi di Honduras. Sebagian warga El Salvador yang masih tinggal di Honduras, mengalami kekerasan dan intimidasi. Pada Juni 1969, tim nasional sepak bola kedua negara harus bertemu dalam ajang Kualifikasi Pra Piala Dunia Meksiko 1970. 

Baca juga: Lolos Play-off Piala Dunia, Ini 7 Fakta Menyedihkan Timnas Suriah

Berimbas ke sepak bola.

Pertandingan leg pertama digelar pada 8 Juni 1969 di Tegucigalpa, ibukota Honduras. Saat itu, Honduras berhasil memenangkan pertandingan setelah Roberto Cardona mencetak gol pada menit terakhir. Amelia Bolanos, seorang gadis El Salvador yang tak rela timnya kalah, menembak dirinya sendiri dengan menggunakan pistol ayahnya. Berita ini menyebar cepat di El Salvador. Bahkan Presiden dan petinggi militer ikut hadir dalam pemakamannya. Aroma balas dendam pun menguat.

Di leg kedua, El Salvador berhasil membalasnya dengan kemenangan telak 3-0. Kerusuhan pun pecah di perbatasan. Dua pendukung Honduras tewas dan 150 unit mobil dibakar, seperti dikutip dari copa90.comSaat itu belum ada aturan selisih gol, hingga pemenang harus ditentukan di leg ketiga yang dihelat di Meksiko. El Salvador menang 3-0 dan berhak tampil di Piala Dunia 1970.

Perang 100 jam.

Tensi yang terus memanas sebagai akibat dari sepak bola dan konflik sipil. Serangan pertama dilakukan oleh militer Honduras dengan menyerang kota El Poy. Sebagai balasannya, El Salvador membombardir ibukota Honduras dengan serangan udara pada tanggal 14 Juli 1969. Keesokan harinya Honduras membalas dengan mengebom bandara San Salvador dan kilang minyak milik El Salvador. 

Pertempuran ini terus berlangsung hingga kedua negara kehabisan amunisi. Amerika Serikat kemudian menawarkan diri untuk memediasi kedua negara. Puncaknya perjanjian damai pada 30 Oktober 1980. Konflik benar-benar surut ketika presiden kedua negara melakukan aksi simbolik bersalaman di perbatasan sebagai tanda damai pada tahun 2006.

Baca juga: Peluang Lolos Piala Dunia Terbuka, Warga Suriah Malah Galau

Read More
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
ARTIKEL REKOMENDASI