Jakarta, IDN Times - Tampil kinclong musim lalu, performa Chelsea justru melorot musim ini. Juara bertahan Liga Primer Inggris ini bahkan terlempar dari empat besar klasemen usai ditekuk secara memalukan oleh Watford dengan skor 1-4 pada 6 Februari lalu.

Banyak yang menyebut kekalahan Chelsea atas Watford adalah kekalahan paling memalukan. Sebab, sejak dilatih Antonio Conte, Chelsea tidak pernah kebobolan sampai empat gol dalam satu pertandingan di ajang Liga Primer Inggris!

Apalagi tim yang memasukkan empat gol ke gawang Chelsea hanyalah Watford. Tak mengejutkan jika banyak pendukung The Blues --julukan Chelsea-- bertanya-tanya: Ada apa dengan Chelsea?

Sebab, perfoma mereka benar-benar payah sepanjang musim ini. Bahkan, mereka sudah menelan kekalahan di laga pertama Liga Primer, yakni ketika dilumat Burnley 2-3.

Sorotan pun langsung mengarah ke Antonio Conte. Maklum, sebagai manajer tim, Conte dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas melorotnya performa Chelsea.

Alhasil, pelatih musim lalu dipuji-puji karena membawa Chelsea menjuarai Liga Primer Inggris di musim pertamanya pun kini mulai dipertanyakan. 

Namun benarkah melorotnya performa Chelsea musim ini semata karena kesalahan Conte atau ada faktor lain? Nah, berikut ini 8 hal yang mungkin menjadi biang kerok anjloknya performa Chelsea sepanjang musim ini:

1. Start awal Chelsea yang buruk

8 Alasan Kenapa Performa Chelsea Melorot Musim IniTwitter/@CesarAzpi

Chelsea mengawali musim ini dengan buruk. Mereka, misalnya, kalah dari Burnley dengan skor 2-3 pada kick off Liga Primer Inggris.

Kekalahan dari Burnley yang notabene hanya klub gurem ini agaknya menampar kepercayaan diri para pemain Chelsea.

Sebab, dalam delapan pertandingan pertama Liga Primer, mereka sudah menelan tiga kali kekalahan. Bahkan, dari delapan laga pertama itu, Chelsea pun hanya mengantongi empat kemenangan.

Alhasil, pada pekan ke delapan, Chelsea hanya menempati peringkat 5 klasemen Liga Primer Inggris.

Baca juga: Ini 6 Kejutan di Bursa Transfer Pemain Musim Dingin 2018

2. Performa Chelsea naik-turun

8 Alasan Kenapa Performa Chelsea Melorot Musim Initransfermarkt.co.uk

Selain start awal yang buruk, penyebab lain buruknya performa Chelsea adalah permainan mereka yang tidak konsisten. Sampai pekan ke-27, Chelsea tidak pernah menang empat kali berturut-turut. 

Bahkan, dalam lima laga terakhir, Chelsea hanya mengantongi satu kali kemenangan, yakni saat mereka menekuk Brighton dengan skor 4-0. 

Setelah itu Chelsea kalah dua kali berturut-turut dari Bournemouth (0-3) dan Watford (1-4). Padahal keduanya bisa dibilang tim gurem.

3. Lini depan Chelsea yang mandul

8 Alasan Kenapa Performa Chelsea Melorot Musim IniTwitter/@Chelseafc

Dalam sepak bola, berlaku rumus sederhana untuk menang, yakni cetaklah gol lebih banyak dari lawan. Nah, Chelsea tak banyak mencetak gol sepanjang musim ini.

Mereka baru mencetak 46 gol dari 26 pertandingan. Koleksi gol ini kalah jauh dari Manchester City yang kini sudah mengemas 79 gol atau Liverpool yang sudah mengantongi 61 gol atau bahkan Manchester United yang sudah mencetak 51 gol.

4. Ditinggal Diego Costa

8 Alasan Kenapa Performa Chelsea Melorot Musim IniTwitter/@@diegocosta

Penyebab mandulnya lini depan Chelsea bisa jadi karena absennya pemain depan mereka Diego Costa. Sepanjang musim ini, Costa tak dimainkan sama sekali oleh Antonio Conte.

Ada yang menyebut Conte tak cocok lagi dengan Costa karena sifat meledak-ledak pemain berdarah Brasil tersebut. Namun, yang pasti, hengkangnya Costa ke Atletico Madrid membuat lini depan Chelsea kehilangan taji. 

Sebab Costa cukup produktif pada musim lalu. Ia, misalnya, mencetak 20 gol dalam 35 penampilannya untuk Chelsea di ajang Liga Primer Inggris.

5. Chelsea kalah dari tim gurem 

8 Alasan Kenapa Performa Chelsea Melorot Musim Iniodt.co.nz

Dalam 26 laga musim ini, Chelsea sudah menelan enam kali kekalahan. Mirisnya, sebagian besar kekalahan tersebut justru datang dari tim-tim gurem.

Mereka kalah dari Watford (1-4), Bournemouth (0-3), West Ham United (0-1), Crystal palace (1-2), dan Burnley (2-3). Satu kekalahan lagi didapat Chelsea dari Manchester City (0-1).

Bayangkan, lima kekalahan Chelsea didapat dari tim gurem, tim yang seharusnya bisa mereka tekuk dengan mudah. Kekalahan-kekalahan dari tim gurem ini, selain membuang-buang poin, pastinya juga berdampak besar pada kepercayaan diri para pemain.

6. Chelsea krisis lini belakang

8 Alasan Kenapa Performa Chelsea Melorot Musim Inibritishdailynews24.co.uk

Kejutan datang dari Chelsea pada bursa transfer musim panas, ketika mereka tiba-tiba menjual Nemanja Matic ke Manchester United dengan bandrol 40 juta pound sterling.

Penjualan ini cukup mengejutkan karena Matic adalah salah satu pilar bertahan andalan Chelsea. Tanpa Matic, lini belakang Chelsea pun keteteran.

Dalam empat laga awal, misalnya, mereka telah 5 kali kebobolan. Kini, setelah 26 kali bertanding, gawang Chelsea juga telah 23 kali kemasukan. 

Bandingan dengan Manchester City yang baru 20 kali kebobolan dari 27 laga atau Manchester United --yang kini dibela Matic-- yang baru 19 kali kebobolan.

Tak mengejutkan jika Conte menyesali penjualan Matic. "Kepergian Matic adalah kehilangan besar bagi kami," kata Conte seperti dikutip dari Sky Sports.

7. Conte cekcok dengan David Luiz

8 Alasan Kenapa Performa Chelsea Melorot Musim Inisi.com

Krisis lini belakang bertambah rumit saat Conte cekcok dengan David Luiz. Pemain bek berambut gimbal ini mengkritisi taktik Conte usai Chelsea ditekuk 0-3 oleh AS Roma di ajang Liga Champions pada 1 November 2017.

Imbas dari kritik tersebut, David Luiz diparkir Antonio Conte saat Chelsea bertemu Manchester United pada laga berikutnya. Padahal Luiz salah satu pemain vital bagi Chelsea, tidak hanya untuk lini belakang, tapi juga tim.

Luiz misalnya menjadi starter dalam delapan dari 10 pertandingan awal Chelsea di ajang Liga Primer musim ini dan telah mencetak dua gol dalam tiga penampilannya di ajang Liga Champions sepanjang 2017.

8. Bursa transfer yang tidak bergairah

8 Alasan Kenapa Performa Chelsea Melorot Musim IniTwitter/@Chelsea_HQ

Alasan lain buruknya performa Chelsea sepanjang musim ini adalah lesunya geliat Chelsea di bursa transfer. Pada bursa transfer musim panas 2017/2018, Chelsea hanya membeli satu pemain top, yakni Alvaro Morata dari Real Madrid. Nama lain yang dibeli adalah Danny Drinkwater dari Leicester City.

Begitu juga pada bursa transfer musim dingin Januari 2018 lalu, pemain top yang diboyong Chelsea hanya Olivier Giroud dari Arsenal. Padahal, Giroud sudah berusia 31 tahun, sudah melewati puncak performanya. Tradisi membeli pemain tua juga di luar kebiasaan Chelsea yang biasanya justru membuang pemain-pemain gaek.

Tak mengejutkan jika Conte lantas uring-uringan. Pelatih asal Italia ini mengatakan pembelian pemain pada bursa transfer musim ini tak banyak melibatkan dirinya. "Saya tidak memiliki peran besar pada bursa transfer," katanya seperti dikutip dari Sky Sports.

Baca juga: Fans Chelsea Dilarang Lihat... Diego Costa Berselfie Ria dengan Mantan Manajernya