Selama masa bulan Ramadan, gelaran Liga 1 tetap bergulir dengan memindahkan waktu seluruh pertandingan di atas jam 8 malam. Oleh karena ini, seluruh stadion pada masa verifikasi diwajibkan melengkapi persyaratan paling penting jika ingin menggelar laga di malam hari, yakni fasilitas lampu penerangan.

Stadion Marora, kandang Perseru Serui, dinyatakan lolos meski mendapat catatan dari pihak PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi, untuk menambah jumlah lampu penerangan di stadion berkapasitas 5 ribu orang tersebut. Dan ketika bulan Ramadan semakin dekat, desakan dari PT LIB pun menguat.

1. mMsalah utama Stadion Marora yaitu penerangan, diharapkan sudah tuntas pada beberapa hari ke depan

Lampu Marora Baru Akan Dipasang, Perseru Pindah Sementara ke MalangMaduraUnitedFC.Com

Manajemen Perseru pun bergerak cepat dengan langsung memesan persediaan lampu stadion demi memenuhi syarat dari pihak operator kompetisi, yakni tingkat penerangan minimal sebanyak 800 Lux. Mereka disebut tinggal menunggu lampu-lampu tiba pada hari Selasa (15/5/2018) kemarin, atau hari Rabu ini (16/5/2018).

Begitu tiba, manajemen klub berjuluk Cendrawasih Jingga itu berjanji akan mengebut pekerjaan pemasangan lampu di empat menara Marora selama beberapa hari ke depan. Hal ini tentu saja agar mereka bisa langsung menggelar laga malam hari mulai pekan kesebelas mendatang, atau tepatnya saat menjamu Sriwijaya FC.

2. Pemilihan kota Malang sebagai homebase sementara tak lepas dari faktor bahwa skuat Perseru sudah pernah menjalani masa pra-musim di sana

Lampu Marora Baru Akan Dipasang, Perseru Pindah Sementara ke MalangInstagram.com/perseru1969

Namun untuk pekan kesembilan ini, Arthur Bonai dan kawan-kawan harus "mengungsi" ke Malang, tepatnya di Stadion Gajayana, yang akan menjadi homebase mereka untuk sementara waktu sembari menunggu proses pengerjaan lampu Marora rampung.

Di Gajayana, Perseru berencana menjamu Barito Putera pada hari Kamis (17/5/2018) esok.

"Pertimbangan kami memilih Stadion Gajayana, tentunya kita juga melihat laga away berikutnya melawan PS TIRA nanti (pekan sepuluh), di mana jarak antara Malang ke Bantul juga relatif dekat sehingga tidak memerlukan waktu perjalanan yang panjang," terang Edward Norman Banua selaku Direktur Perseru, seperti dikutip dari unggahan akun Instagram resmi klub @perseru1969.

3. Masalah lampu yang sudah tuntas membuat "Cendrawasih Jingga" tak lagi menjadi tim musafir selama bulan Ramadan seperti yang mereka lakukan tahun lalu

Lampu Marora Baru Akan Dipasang, Perseru Pindah Sementara ke MalangBaliUtd.com

Selain itu, pemilihan "Kota Apel" sebagai markas sementara Perseru tidak lepas dari faktor bahwa mereka sudah pernah mengadakan persiapan jelang musim 2018 di sana selama dua bulan.

Terlebih jarak dekat dari Lamongan tempat mereka melawat sebelumnya, bisa membuat waktu istirahat tim asuhan I Putu Gede Dwi Santoso tersebut jadi lebih banyak ketimbang jika harus kembali ke Serui, dengan menempuh waktu penerbangan berjam-jam.

Tentunya ini menjadi kabar baik bagi publik kota Serui yang ingin menyaksikan klub kebanggaannya bertanding. Pada bulan Ramadan tahun lalu, Perseru terpaksa berpindah kandang sebanyak dua kali.

Yakni di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi dan Stadion Pakansari Cibinong akibat gagal memenuhi persyaratan lampu stadion.

BONUS 1000 POIN: Terbitkan 5 artikel dengan kategori News World, Sport, Travel & Women

Achmad Hidayat Alsair

Percaya bahwa tidur siang lebih berguna daripada begadang.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.